Bursa Saham Hari Ini 5 Oktober 2026: IHSG, Saham Naik dan Turun

 

Bursa Saham Hari Ini 5 Oktober 2026: IHSG, Saham Naik dan Turun





Anang Media – Informasi, Edukasi & Investasi Saham

Update: Senin, 5 Oktober 2026

Pasar saham Indonesia kembali menjadi perhatian investor pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menguat pada awal perdagangan, tetapi kemudian bergerak lebih terbatas hingga penutupan sesi I.

Berdasarkan data perdagangan sesi I, IHSG berada di level 6.038,99, naik sekitar 0,03% atau 2,10 poin. Sepanjang sesi I, IHSG bergerak dalam rentang 6.019,84–6.085,45. Sebanyak 444 saham menguat, 236 saham melemah, dan 283 saham stagnan.

Nilai transaksi sesi I berada di kisaran Rp4,85 triliun, sedangkan sumber lain mencatat nilai sekitar Rp5,08 triliun dengan volume sekitar 20,60 miliar saham dan frekuensi sekitar 971 ribu transaksi. Perbedaan tersebut dapat terjadi karena waktu pengambilan data yang berbeda.

1. Bursa Saham Hari Ini: IHSG Bergerak Terbatas

IHSG dibuka di sekitar 6.055,15 dan sempat naik hingga 6.085,45 pada awal perdagangan. Namun, penguatan tersebut kemudian berkurang sehingga indeks berakhir sesi I hampir datar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati. Beberapa sentimen global yang menjadi perhatian pasar antara lain perkembangan konflik Timur Tengah dan ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat.

Dari sisi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas melihat IHSG masih berpotensi memasuki fase konsolidasi. Area 6.000–5.854 disebut sebagai support, sementara 6.100–6.110 menjadi area resistance yang perlu diperhatikan.

Dengan demikian, investor sebaiknya tidak hanya melihat apakah IHSG berwarna hijau atau merah. Arah volume, support, resistance dan sentimen pasar juga penting.


2. Daftar Saham yang Banyak Diperdagangkan Hari Ini

Salah satu cara melihat saham yang sedang mendapat perhatian pasar adalah dengan melihat volume perdagangan.

Pada awal sesi I 5 Oktober 2026, GOTO menjadi saham dengan volume perdagangan terbesar. Berikut daftar 10 saham teraktif berdasarkan volume pada awal sesi I:

NoSahamVolume Awal Sesi I
1GOTO6,35 miliar saham
2DADA707,25 juta saham
3BUMI491,63 juta saham
4KIJA301,19 juta saham
5PACK289,17 juta saham
6SRSN276,64 juta saham
7COCO252,91 juta saham
8BEKS236,56 juta saham
9BULL163,77 juta saham
10BNBR134,40 juta saham

Data tersebut merupakan data awal sesi I, sehingga dapat berubah signifikan sampai penutupan perdagangan.

Menjelang akhir sesi I, GOTO juga tetap menjadi saham dengan volume terbesar, sekitar 8 miliar saham, disusul BUMI sekitar 891 juta saham dan DADA sekitar 818 juta saham.

Apa arti volume besar?

Volume besar menunjukkan adanya aktivitas perdagangan yang tinggi. Namun, volume besar tidak otomatis berarti saham tersebut akan naik.

Investor perlu melihat:

  • arah harga;
  • volume;
  • nilai transaksi;
  • support;
  • resistance;
  • fundamental perusahaan;
  • sentimen pasar.

3. 5 Saham Harga di Bawah Rp1.000 yang Menarik Dipantau

Saham dengan harga di bawah Rp1.000 sering menjadi perhatian investor dengan modal kecil.

Berdasarkan data perdagangan BEI 5 Oktober 2026, beberapa contoh saham yang berada di bawah Rp1.000 antara lain:

SahamHarga sekitar
ACESRp322
ACRORp51
ACSTRp90
JAWARp156
PGLIRp332

Data BEI menunjukkan ACES berada di sekitar Rp322, ACRO Rp51 dan ACST Rp90. Sementara data pasar sesi I mencatat JAWA sekitar Rp156 dan PGLI sekitar Rp332.

Apakah saham murah pasti bagus?

Tidak.

Harga Rp100 atau Rp500 tidak otomatis berarti perusahaan tersebut murah secara valuasi.

Investor tetap harus memeriksa:

  1. kinerja perusahaan;
  2. laporan keuangan;
  3. likuiditas;
  4. volume perdagangan;
  5. aksi korporasi;
  6. potensi dilusi;
  7. risiko volatilitas.

Sebagai contoh, saham Rp500 membutuhkan sekitar Rp50.000 untuk membeli 1 lot, karena 1 lot saham BEI terdiri dari 100 lembar.

Namun, biaya transaksi sekuritas tetap harus diperhitungkan.


4. Saham Blue Chip Hari Ini: Pilihan untuk Investor Pemula

Saham blue chip sering menjadi pilihan investor karena umumnya memiliki kapitalisasi pasar besar dan likuiditas yang relatif tinggi.

Pada perdagangan 5 Oktober 2026, beberapa saham bank besar menjadi perhatian pasar.

Pada akhir sesi I:

  • BBCA berada di sekitar Rp6.100.
  • BBRI berada di sekitar Rp3.080.
  • BMRI berada di sekitar Rp4.080 dan naik sekitar 1,2%.


Untuk investor pemula, saham berkapitalisasi besar dapat dimasukkan ke dalam watchlist. Namun istilah blue chip bukan berarti bebas risiko.

Harga tetap dapat turun ketika pasar mengalami tekanan.

Prinsip investor pemula

Jangan membeli saham hanya karena:

"Saham ini perusahaan besar."

Tetap lakukan analisis harga, valuasi, laporan keuangan dan tujuan investasi.


5. Saham Bank Hari Ini: BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI

Sektor perbankan menjadi salah satu sektor penting di Bursa Efek Indonesia.

Empat saham yang sering menjadi perhatian investor adalah:

  • BBCA – Bank Central Asia
  • BBRI – Bank Rakyat Indonesia
  • BMRI – Bank Mandiri
  • BBNI – Bank Negara Indonesia

Pada sesi I 5 Oktober 2026, BBCA dan BBRI relatif stagnan, sementara BMRI menguat sekitar 1,2%.

Menariknya, riset BRI Danareksa Sekuritas mencatat adanya rotasi dana domestik di sektor perbankan. Investor lokal disebut mengurangi eksposur pada BMRI dan BBNI dan mengalihkannya ke BBRI dan BBCA.

Apa yang perlu diperhatikan?

Untuk membandingkan saham bank, jangan hanya melihat harga.

Investor dapat melihat:

  • PER;
  • PBV;
  • ROE;
  • pertumbuhan laba;
  • NPL;
  • CASA;
  • dividen;
  • kualitas aset;
  • prospek kredit.

6. Saham Energi Hari Ini: Daftar Saham yang Ramai Diperdagangkan

Sektor energi juga menjadi salah satu sektor yang menarik perhatian pasar.

Pada awal perdagangan 5 Oktober, sektor energi sempat menguat sekitar 0,55%.

Beberapa saham sektor energi yang dapat dimasukkan dalam watchlist antara lain:

  • AADI
  • ADRO
  • PTBA
  • ITMG
  • ENRG
  • DSSA

Namun terdapat catatan penting untuk ENRG.

BEI menetapkan harga teoretis ENRG sekitar Rp1.065 pada 5 Oktober 2026 setelah aksi korporasi rights issue dengan rasio 2:1 dan harga pelaksanaan Rp310 per saham.

Karena itu, investor harus memahami aksi korporasi sebelum membandingkan harga saham ENRG dengan harga sebelum ex-rights.


7. Saham Potensi Naik Hari Ini: Cara Menentukan Entry dan Cut Loss

Istilah "saham potensi naik" tidak boleh diartikan sebagai jaminan bahwa harga akan naik.

Investor dapat menggunakan pendekatan sederhana:

Langkah 1 – Tentukan tren

Apakah harga sedang:

  • naik;
  • sideways;
  • atau turun?

Langkah 2 – Cari support

Support adalah area yang secara historis dapat menjadi tempat harga mendapatkan tekanan beli.

Langkah 3 – Cari resistance

Resistance adalah area yang dapat menjadi penghalang kenaikan harga.

Langkah 4 – Tentukan entry

Jangan membeli hanya karena harga sedang naik cepat.

Tunggu konfirmasi sesuai strategi yang digunakan.

Langkah 5 – Tentukan cut loss

Cut loss harus ditentukan sebelum membeli, bukan setelah harga turun jauh.

Contoh edukasi:

Jika saham berada di Rp500, investor dapat membuat skenario:

Entry: Rp500
Target: Rp550
Batas risiko: sesuai hasil analisis pribadi

Angka tersebut hanya contoh edukasi, bukan rekomendasi transaksi.


8. Saham Murah Hari Ini di BEI: Panduan Memilih dengan Modal Kecil

Modal kecil bukan berarti tidak bisa belajar saham.

Misalnya investor mempunyai modal:

Modal Rp100.000

Secara teori, investor dapat membeli saham Rp1.000 sebanyak 1 lot.

Modal Rp250.000

Investor mempunyai ruang lebih besar untuk membeli saham dengan harga beberapa ratus hingga ribuan rupiah per lembar.

Modal Rp500.000

Investor dapat mulai mempelajari diversifikasi secara sederhana, tetapi tetap harus memperhatikan biaya transaksi dan risiko.

Jangan terjebak harga murah

Saham Rp50 tidak otomatis lebih murah daripada saham Rp5.000.

Yang menentukan mahal atau murah adalah valuasi perusahaan, bukan sekadar angka harga saham.


9. Rekomendasi Saham Hari Ini untuk Modal Rp100 Ribu–Rp500 Ribu

Untuk investor dengan modal terbatas, pendekatan yang lebih aman adalah membuat watchlist, bukan langsung membeli semua saham yang sedang ramai.

Pada perdagangan 5 Oktober 2026, sejumlah perusahaan sekuritas memberikan saham pilihan masing-masing.

BRI Danareksa Sekuritas memilih ENRG, COCO dan DSSA.

Phintraco Sekuritas memilih antara lain ASII, BRMS, BBCA, BRPT dan MDKA.

CGS International Sekuritas antara lain memilih AADI, PTBA, MAPI, ERAA, AALI dan MDKA.

Panin Sekuritas antara lain memilih BBRI, DSSA dan ITMG.

Namun daftar tersebut merupakan pandangan analis, bukan jaminan keuntungan.

Investor bermodal Rp100.000–Rp500.000 sebaiknya mempertimbangkan:

  • harga 1 lot;
  • biaya transaksi;
  • likuiditas;
  • spread bid-offer;
  • risiko penurunan;
  • kemampuan menanggung kerugian.

10. Strategi Trading Saham Hari Ini untuk Pemula

Trading saham bukan sekadar mencari saham yang naik.

Trading membutuhkan sistem.

Strategi sederhana 5 langkah

1. Buat watchlist

Pilih beberapa saham yang memenuhi kriteria.

2. Tunggu setup

Jangan merasa harus membeli setiap hari.

3. Tentukan entry

Tentukan harga masuk berdasarkan strategi.

4. Tentukan target

Tentukan kapan mengambil keuntungan.

5. Tentukan cut loss

Jika skenario salah, keluar sesuai aturan.

Hindari FOMO

FOMO atau Fear of Missing Out merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada investor pemula.

Ketika melihat saham naik 20%, 30% atau bahkan lebih, jangan langsung mengejar harga.

Saham yang naik cepat dapat kembali turun dengan cepat pula.


Kesimpulan Bursa Saham Hari Ini

Perdagangan saham Indonesia pada Senin, 5 Oktober 2026 menunjukkan kondisi pasar yang masih berhati-hati.

IHSG sesi I berada di 6.038,99, naik tipis 0,03%. Di sisi lain, jumlah saham yang menguat lebih banyak dibandingkan saham yang melemah, dengan 444 saham menguat dan 236 saham melemah.

GOTO menjadi salah satu saham yang paling aktif dari sisi volume, sementara saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI dan BMRI juga menjadi perhatian pasar.

Bagi investor pemula, kondisi seperti ini dapat dimanfaatkan untuk belajar membaca pasar, membuat watchlist dan menyusun strategi.

Yang paling penting bukan menemukan saham yang pasti naik, karena saham seperti itu tidak ada.

Yang lebih penting adalah:

Rencana → Analisis → Entry → Target → Cut Loss → Disiplin.


Disclaimer Anang Media

Artikel ini dibuat untuk informasi dan edukasi, bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Harga saham dapat berubah sewaktu-waktu dan data intraday dapat berbeda dengan harga penutupan resmi. Investor wajib melakukan riset mandiri dan mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.

Anang Media tidak memberikan jaminan keuntungan atas saham apa pun yang dibahas dalam artikel ini.

Sumber data: Bursa Efek Indonesia, IDXChannel, Bisnis.com, Fortune Indonesia, Investor.id dan sumber pasar terkait, dengan data perdagangan 5 Oktober 2026.

Komentar