Bursa Saham: Cara Membaca Pergerakan Harga Saham untuk Pemula
Setelah mengenal apa itu bursa saham, langkah berikutnya adalah memahami bagaimana harga saham bergerak dan bagaimana investor membaca informasi yang tersedia di pasar.
Bagi pemula, melihat layar perdagangan saham untuk pertama kali mungkin terlihat membingungkan. Ada istilah seperti bid, offer, volume, harga terakhir, IHSG, naik, turun, dan kapitalisasi pasar.
Padahal, konsep dasarnya dapat dipelajari secara bertahap.
Apa yang Menyebabkan Harga Saham Naik dan Turun?
Harga saham pada dasarnya bergerak karena adanya transaksi antara pembeli dan penjual.
Ketika minat beli lebih besar dibandingkan tekanan jual, harga saham dapat bergerak naik. Sebaliknya, ketika tekanan jual lebih besar, harga dapat bergerak turun.
Namun, pergerakan harga saham tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor.
Beberapa faktor yang sering diperhatikan antara lain:
- Kinerja keuangan perusahaan
- Prospek bisnis
- Kondisi ekonomi
- Suku bunga
- Kebijakan pemerintah
- Sentimen pasar
- Berita mengenai perusahaan
- Kondisi industri
- Aktivitas transaksi saham
Karena itu, harga saham yang sedang naik belum tentu berarti kondisi perusahaan selalu semakin baik. Investor perlu melihat informasi secara lebih menyeluruh.
Mengenal Bid dan Offer
Dalam perdagangan saham terdapat istilah bid dan offer.
Bid adalah harga yang sedang ditawarkan oleh calon pembeli.
Offer atau ask adalah harga yang ditawarkan oleh calon penjual.
Contoh sederhana:
| Posisi | Harga | Jumlah |
|---|
| Offer | Rp1.010 | 500 lot |
| Offer | Rp1.005 | 300 lot |
| Last Price | Rp1.000 | - |
| Bid | Rp995 | 400 lot |
| Bid | Rp990 | 700 lot |
Data tersebut memberikan gambaran mengenai antrean permintaan dan penawaran pada suatu saham.
Namun, antrean bid atau offer bukan jaminan bahwa transaksi akan terjadi, karena investor dapat mengubah atau membatalkan pesanannya sesuai ketentuan perdagangan.
Apa Itu Volume Saham?
Volume menunjukkan jumlah saham yang diperdagangkan dalam periode tertentu.
Volume sering digunakan untuk melihat seberapa aktif sebuah saham diperdagangkan.
Misalnya, sebuah saham mengalami kenaikan harga dari Rp1.000 menjadi Rp1.050 disertai volume transaksi yang tinggi.
Informasi tersebut dapat menjadi salah satu bahan analisis.
Tetapi volume sebaiknya tidak digunakan sendirian. Investor tetap perlu melihat fundamental perusahaan dan kondisi pasar secara keseluruhan.
Apa Itu IHSG?
IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat pergerakan harga saham secara umum di Bursa Efek Indonesia.
Jika IHSG mengalami kenaikan, hal tersebut menunjukkan bahwa secara agregat saham-saham yang masuk dalam indeks mengalami pergerakan positif sesuai perhitungan indeks.
Sebaliknya, ketika IHSG turun, kondisi pasar secara umum sedang mengalami tekanan.
Namun, pergerakan IHSG tidak berarti semua saham pasti naik atau turun secara bersamaan.
Ada saham yang dapat naik ketika IHSG turun dan ada pula saham yang turun ketika IHSG naik.
Mengenal Analisis Fundamental
Analisis fundamental berusaha melihat kondisi dan prospek suatu perusahaan.
Beberapa informasi yang biasa diperhatikan antara lain:
1. Pendapatan
Investor dapat melihat perkembangan pendapatan perusahaan dari waktu ke waktu.
2. Laba
Laba menjadi salah satu indikator penting untuk memahami kinerja perusahaan.
3. Utang
Jumlah dan kemampuan perusahaan dalam mengelola utang juga perlu diperhatikan.
4. Arus Kas
Arus kas memberikan gambaran mengenai pergerakan uang masuk dan keluar perusahaan.
5. Prospek Bisnis
Investor juga perlu memahami bagaimana prospek industri dan bisnis perusahaan di masa depan.
Dengan mempelajari laporan keuangan, investor dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap daripada hanya melihat harga saham.
Mengenal Analisis Teknikal
Berbeda dengan fundamental, analisis teknikal lebih banyak menggunakan data harga dan volume perdagangan untuk membaca pola pergerakan pasar.
Beberapa istilah yang sering ditemui antara lain:
- Support
- Resistance
- Trend
- Moving Average
- Volume
- Candlestick
Sebagai contoh, support sering digunakan untuk menggambarkan area harga yang secara historis mendapat tekanan beli, sedangkan resistance menggambarkan area yang sering menghadapi tekanan jual.
Analisis teknikal bukan alat untuk memastikan harga akan naik atau turun. Ia lebih tepat digunakan sebagai salah satu metode untuk membaca kondisi pasar.
Jangan Hanya Mengejar Saham yang Sedang Naik
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah membeli saham hanya karena melihat harga sedang naik.
Pergerakan harga jangka pendek dapat berubah dengan cepat.
Sebelum membeli saham, investor dapat mempertimbangkan beberapa pertanyaan:
- Apa bisnis perusahaan tersebut?
- Bagaimana kondisi keuangannya?
- Apakah sahamnya aktif diperdagangkan?
- Mengapa harga saham sedang naik atau turun?
- Berapa risiko kerugian yang mampu ditanggung?
- Apakah keputusan pembelian berdasarkan informasi atau hanya mengikuti tren?
Pertanyaan tersebut dapat membantu investor menghindari keputusan yang hanya didasarkan pada emosi.
Bagaimana Pemula Memulai Belajar Saham?
Pemula tidak harus langsung menggunakan modal besar.
Tahapan sederhana yang dapat dilakukan:
Pertama, pelajari dasar-dasar pasar modal.
Kedua, pahami cara kerja aplikasi perdagangan saham.
Ketiga, belajar membaca harga, bid, offer dan volume.
Keempat, mulai mempelajari laporan keuangan.
Kelima, pelajari analisis teknikal secara bertahap.
Keenam, buat aturan manajemen risiko.
Ketujuh, gunakan dana yang memang diperuntukkan untuk investasi dan pahami bahwa nilai investasi dapat naik maupun turun.
Kesimpulan
Bursa saham bukan sekadar tempat membeli saham ketika harga sedang naik.
Untuk memahami pasar saham, investor perlu mempelajari bagaimana transaksi terjadi, membaca bid dan offer, memahami volume, mengikuti kondisi pasar, serta mempelajari fundamental dan teknikal perusahaan.
Semakin baik pemahaman seorang investor terhadap risiko dan informasi yang tersedia, semakin terstruktur pula proses pengambilan keputusannya.
Pada artikel berikutnya, Anang Media akan membahas lebih lanjut mengenai cara membaca order book saham, bid-offer, volume, dan transaksi broker untuk pemula.
Catatan: Artikel ini bersifat edukasi dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko kerugian.
Komentar
Posting Komentar